Selasa, 11 Maret 2014
Jumat, 21 Februari 2014
Bicara Realita
And it's sunning, we're still running. For her rooftop, our last stop. - OnOurWay
#edisipushingmemyself! #GG.....#goget.....
Kamis, 20 Februari 2014
Selasa, 18 Februari 2014
I'll send out a wish and I'll send up a prayer and finally someone will see how much I care
Absurd emang judul lebih panjang dari konten.
GetItRight - Glee version bikin pecah. Night.
Minggu, 09 Februari 2014
Empat Kali!
Jumat, 31 Januari 2014
Ketika Satu-Persatu Berganti
Manusia memang hanya bisa merencanakan, kemudian Allah SWT lah yang menentukan.
Ini tentang beberapa mimpi yang telah direncanakan di masa-masa silam yang akhirnya digantikan dengan (semoga) yang lebih baik.
Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik
menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk
bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu.
Manusia punya keinginan dan perencanaan bagaimana dia akan hidup di masa depan, tapi Allah pun memiliki kehendak pada setiap hamba-Nya yang beriman untuk selalu berada di jalan-Nya. Bukankah untuk
mencapai puncak gunung harus mendaki dan melewati beberapa
rintangan dulu, dan itu pasti sangat melelahkan :'''
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak
ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia
mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
(pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Al-An'aam:59)
Sabtu, 09 November 2013
TAMPARAN HIDUP
Pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya. Aku terbangun yang kemudian hanya bisa menangis memandang cerahnya langit pagi ini lewat jendela kamarku. Aku pun tak bergerak untuk melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan setiap pagi. Hanya mampu menangis memandang langit dan berandai-andai. Apa yang harus aku lakukan detik ini dan selanjutnya? Sungguh, seperti orang frustasi kelihatannya. Namun, itu semua berubah ketika.................................................................................yang menyebabkanku akhirnya bersekolah meski dengan kelopak mata yang hitam dan bengkak. Miris. Sangat jelas terlihat bahwa aku telah menangis semalaman. Di sekolah, ya, sudah seperti perkiraanku semalam. Ada segelintir teman yang mengiraku "sakit bohongan" dengan kalimat-kalimat sindirannya masing-masing. Aku hanya menanggapinya dengan tawaan kecil untuk menghibur diri, walaupun aku sendiri tidak tahu entah mereka bercanda atau tidak sebenarnya. Sakit hehe sebenarnya, tapi aku paham, mereka hanya tidak tahu aku sedang mengalami apa. Mungkin bila mereka berada pada posisiku, mereka akan melakukan hal yang sama. Tenang, aku tidak marah kok :)
Waktu berjalan dengan sangat cepat, yang membuatku mau tak mau harus kembali ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah selesai. Hal bodoh yang terlintas dalam pikiranku, aku malas. Tak ada kenyamanan, tak ada ketenangan. Tapi, bukankah sebagai anak yang berbakti, kita harus ikhlas menerimanya? Mungkin Allah hanya sedang menguji.















