:D

"I dream my painting, I paint my dream"

:D

I dream my painting, I paint my dream

:D

"I dream my painting, I paint my dream"

Selasa, 11 Maret 2014

-EpicCandid-











Abis US refreshing doloooo liat-liat foto tempoe doeloe

Jumat, 21 Februari 2014

Bicara Realita

And it's sunning, we're still running. For her rooftop, our last stop. - OnOurWay
#edisipushingmemyself! #GG.....#goget.....

#bukanapaapaserius

#tidakadamaksudapapunkeeponpostingjustpost

Kamis, 20 Februari 2014

00:00

If you know what i mean~
Jam sudah menunjukkan pukul 00;00♥ XGRAAXI!

Selasa, 18 Februari 2014

I'll send out a wish and I'll send up a prayer and finally someone will see how much I care

Absurd emang judul lebih panjang dari konten.
GetItRight - Glee version bikin pecah. Night.

Minggu, 09 Februari 2014

Empat Kali!


dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada didarat dan dilaut. Tidak ada sehelai daunpun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuhz). (Q.S Al-an’am : 59)

Sesungguhnya hanya disisi Allah ilmu tentang hari kiamat. Dan dia menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Q.S Luqman : 34)

"Ketidaksengajaan. Mengapa kusebut ketidaksengajaan? Bukankah setiap peristiwa terjadi karena sebuah alasan?" 
Empat kali! Apa? E M P A T   K A L I!
Camkan itu! Ini apa? Ketidaksengajaan atau.....apa? 


Ah, apa pula aku ini. Mungkin aku hanya mengkait-kaitkan hal yang sebenarnya biasa saja.
Tapi....2009, kemudian 2011, 2012, ah ini baru saja 2013 2014 beturut-turut! hnnggg~
 Ini namanya apa? Apa masih bisa dikatakan biasa?
Semuanya berubah. Bisa diibaratkan dari ujung kaki hingga ujung kepala berubah.
Semuanya berubah. Dari 100, kemudian 90, hingga 70, dan lama-lama 0.
Semuanya berubah. Dari gondrong, hingga 121, ya lama-kelamaan botak.
Semuanya berubah. Dari tersurat, tiba-tiba pudar, dan lama-lama tersirat.
Semuanya berubah. Dari yang biasanya lari, lambat laun cuma jalan, tiba-tiba lumpuh.
Sama persis. Empat kali!

"Tapi, tidak mungkin kita disedihkan tanpa rencana pembahagiaan" - ...........
  

Jumat, 31 Januari 2014

Ketika Satu-Persatu Berganti

Manusia memang hanya bisa merencanakan, kemudian Allah SWT lah yang menentukan.
Ini tentang beberapa mimpi yang telah direncanakan di masa-masa silam yang akhirnya digantikan dengan (semoga) yang lebih baik.

Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik
menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk
bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu.
Manusia punya keinginan dan perencanaan bagaimana dia akan hidup di masa depan, tapi Allah pun memiliki kehendak pada setiap hamba-Nya yang beriman untuk selalu berada di jalan-Nya. Bukankah untuk
mencapai puncak gunung harus mendaki dan melewati beberapa
rintangan dulu, dan itu pasti sangat melelahkan :'''

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak
ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia
mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
(pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Al-An'aam:59)

Sepotong Sajak Senja di Hari Kemarin

Do you ever wish you had a second chance to..........

Ini apa?

Sederhana, tapi aku menyukainya.

Sabtu, 09 November 2013

TAMPARAN HIDUP

Tadi malam sulit sekali memejamkan mata. Aku sudah mencoba berbaring ke kanan, kiri, terlentang, menutup bantal, memutar 180 derajat, namun sama saja. Kesulitan itu masih ada. Ada hal yang aneh, bukankah ketika kita sedang menangis membuat tidur terasa lebih mudah? Menangis? Iya, tadi malam aku tertampar sebuah masalah yang membuatku menangis dan terlihat seperti orang yang kurang waras. Sudah kucoba untuk menghubungi salah satu teman kelasku, kemudian menceritakan semuanya dan meminta tolong "menitipkan" surat izinku. Sungguh, sudah tidak ada niat untuk bersekolah esok pagi. Sudah kucoba untuk menghubungi temanku yang berada "jauh" di sana, kemudian mengkodekan bahwa aku sedang dalam keadaan yang tidak baik. Sudah kucoba membalas pesan singkat temanku, kemudian menerangkan bahwa kabarku sedang tidak baik. Namun, tak ada yang merubah tangisanku. Tak ada yang bisa meredam tangisku. Ini tangisan terhebat dalam 18tahun aku hidup. Kenapa ya? Tapi, bermenit-menit kemudian, aku merasa ada yang menyandarkanku. Mungkin kemudian aku tertidur karenanya.

Pagi ini berbeda dengan pagi pagi sebelumnya. Aku terbangun yang kemudian hanya bisa menangis memandang cerahnya langit pagi ini lewat jendela kamarku. Aku pun tak bergerak untuk melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan setiap pagi. Hanya mampu menangis memandang langit dan berandai-andai. Apa yang harus aku lakukan detik ini dan selanjutnya? Sungguh, seperti orang frustasi kelihatannya. Namun, itu semua berubah ketika.................................................................................yang menyebabkanku akhirnya bersekolah meski dengan kelopak mata yang hitam dan bengkak. Miris. Sangat jelas terlihat bahwa aku telah menangis semalaman. Di sekolah, ya, sudah seperti perkiraanku semalam. Ada segelintir teman yang mengiraku "sakit bohongan" dengan kalimat-kalimat sindirannya masing-masing. Aku hanya menanggapinya dengan tawaan kecil untuk menghibur diri, walaupun aku sendiri tidak tahu entah mereka bercanda atau tidak sebenarnya. Sakit hehe sebenarnya, tapi aku paham, mereka hanya tidak tahu aku sedang mengalami apa. Mungkin bila mereka berada pada posisiku, mereka akan melakukan hal yang sama. Tenang, aku tidak marah kok :)

Waktu berjalan dengan sangat cepat, yang membuatku mau tak mau harus kembali ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah selesai. Hal bodoh yang terlintas dalam pikiranku, aku malas. Tak ada kenyamanan, tak ada ketenangan. Tapi, bukankah sebagai anak yang berbakti, kita harus ikhlas menerimanya? Mungkin Allah hanya sedang menguji.